Love In Rain {EXO FANFICTION}

Love In Rain

Author: redlefteyes

Main cast :

  • Wu Yi Fan
  • Fumiko Fujiyama

Other cast :

  • EXO members

Length : Oneshot

Genre : romance, fluff, friendship

A.N : Heyho readers! Since this is my first fanfiction i made, i hope you like it 😀 typo(s) or same title, i’m so sorry. But it’s 100% fresh from my mind and from my idea haha! Oh yeah, also i post this on my personal wordpress.

So happy reading~! ^^

Give the comment please, don’t flame comment X3

 

“Y-Ya!! Kris nii-chan!!” teriak Fumi, seorang anak perempuan yang bersekolah di SM High School. Kini dia duduk pada bangku kelas 10.

“Mwoya?! Jangan berteriak!!” kenalkan, dia Wu Yi Fan. Panggil saja dia Kris. Dia adalah laki-laki tampan yang juga bersekolah di SM High School. Kini dia duduk di bangku kelas 11.

Okay, kembali ke cerita…

“Lihat! Ini pasti nii-chan yang menggambar!!” Fumi menunjuk buku tulisnya yang penuh dengan coret-coretan aneh.

“Aniya! Sehun mungkin yang menggambar!” ujar Kris sambil menunjuk Sehun.

“B-Bukan! Kris hyung yang menggambarnya!! Tanya saja Kai, iya kan?” Sehun memonopoli dan berakhir dengan anggukan Kai.

“Bodoh! Sudah aku bilang jangan diberi tahu!!”

BRAAAK!!

“Kris nii-chan…” Fumi menundukkan kepalanya dan hawa dingin tiba-tiba saja datang membuat Kris, Sehun, dan Kai bergidik ngeri.

“APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN BUKU TULISKUUUU~!!!!!”

“HWAAA!!!”

Dan terjadilah kejar-kejaran di kelas 11-A. Kris, Sehun, dan Kai yang menjadi kucingnya sementara Fumi yang menjadi anjing dengan tanduk dan api yang membara.

Mari kita biarkan kegaduhan itu terjadi, kita intip member EXO yang lainnya terlebih dahulu…

“Hm? Ada apa di sana?” tanya D.O pada Suho.

“Oh, biasa… Kris, Sehun, dan Kai sedang diburu. Biarkan saja, itu sudah sering terjadi.” Ujar Suho santai.

“Ayo kita nonton!” teriak Luhan, Xiumin, dan Chen dengan bersemangat.

“Heh bocah, mau kemana kalian?!” Lay dengan wajah evilnya menyeret Luhan, Xiumin, dan Chen untuk kembali.

“Ada-ada saja mereka. Sudah tau, Fumi garang begitu…” ujar Baekhyun.

“Tapi, menurutku… Kris menyukai Fumi…” si happy virus bergumam.

BRUUUUSTTT!!

D.O yang sedang meminum soda menyemburkan semuanya tepat di wajah Suho. “HUAHAHAHA!! KAU BERCANDA?!”

“Heh bodoh, yang bilang seperti itu Chanyeol! Kenapa aku yang kena sembur!?” gerutu Suho yang diabaikan D.O.

“Eh tapi, benar juga apa yang dikatakan Chanyeol. Bisa saja, Kris menyukai Fumi.” Luhan menimpal.

“Hem, benar juga apa yang dibilang Chanyeol hyung. Secara, Kris gege senang sekali menggangu Fumi…” ujar Tao, si panda yang sedari tadi diam.

Semua mengangguk tanda setuju.

“Sudahlah, kita lihat saja nanti…” ujar Chen pelan.

Dan kembali lagi kepada keributan tadi…

“KRIS NII-CHAN!!!!” Fumi yang mengamuk melemparkan semua barang yang ia lihat dan tepat mengenai kepala Kris.

Sementara SeKai mengumpat di kolong meja dan berusaha melarikan diri. Diam-diam mereka merayap layaknya tentara dan berhasil keluar.

“Tunggu dulu….” Kris berhenti dan membalikan badan.

Fumi yang masih berlari akhirnya tertangkap oleh Kris dan ditarik masuk ke dalam pelukan Kris. Mata Fumi membulat begitu saja.

“Sudah hentikan. Aku yang mencoret bukumu. Kau suka?”

Fumi mendongakan kepalanya dan melihat wajah Kris dengan heran. Alis matanya saling bertautan tanda dia tidak mengerti apa yang dimaksud Kris padanya.

“Aku sengaja mencoret-coret buku tulismu, kau suka?” tanya Kris lagi.

“A-apa yang aku suka!? Aniya!”

Kris melepaskan pelukannya dan berjalan mundur beberapa langkah. Ia memperhatikan Fumi dari ujung kaki hingga ujung kepala.

“Berantakan sekali. Jadi perempuan itu, jangan garang… Bersikap manis.” Tegur Kris sambil merapihkan poni Fumi.

“S-siapa yang mulai?! Kalau bukan karena kau aku tidak ak-“

Kris mendekatkan jari telunjuknya pada bibir tipis Fumi. Blush! wajah Fumi memerah seperti kepiting rebus!

“Bawel… Lebih baik, kita bereskan ini. Berantakan sekali, iya kan?” ujar Kris pelan.

Fumi mengangguk pelan tanda ia mengerti apa yang dimaksudkan Kris padanya. Kris hanya tersenyum tipis dan mulai merapihkan meja-meja yang berantakan. Namun Fumi masih tertegun di tempatnya.

“Apa yang kau lakukan? Cepat, bantu aku.”

“O-oh iya, se-sebentar nii-chan…”

**

CKLEK~!

“Sudah?” tanya Kris dengan nada datar.

Fumi menganggukan kepalanya tanda ia sudah selesai. Keringat bercucuran melewati dahinya dan menuruni wajahnya. Mereka baru saja selesai membersihkan kelas. Untung saja, keributan itu terjadi ketika pulang sekolah. Kalau tidak, mereka bisa dibawa ke kantor songsaenim untuk ke-3 kalinya.

“W-wah, langit mendung sekali!!” teriak Fumi ketika melihat langit yang berwarna abu-abu.

“Bisakah kau sekali saja tidak berteriak? Sakit telingaku, aish…” gerutu Kris.

“Bisakah kau sekali saja tidak menggerutu? Sakit telingaku, aish…” Fumi meng-copy ucapan Kris tadi.

Kris hanya berdecak mendengar jawaban Fumi. Tapi Fumi menanggapinya dengan tawa kecil yang membuat Kris menyunggingkan senyuman tipis yang jarang ia berikan.

“Wah? Sepertinya akan hujan…” ujar Fumi sambil loncat dari kursinya dan berlari menuju jendela.

“Mau pulang sekarang?” tanya Kris. “Keburu hujan…”

Fumi menoleh dan mengangguk kecil. Ia kembali berlari mengambil tas rilakuma miliknya dan berjalan mengikuti Kris di belakang.

Sesampainya mereka di depan sekolah, tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya. Dan sekarang, Kris dan Fumi resmi terjebak pada penjara air. Mereka bingung harus pulang bagaimana.

“Ah, aku lupa bawa jas hujan! Huft, sial!” gerutu Fumi yang disusul dengan pout kecil. Membuat Kris terpaku akan kecantikan Fumi. Terutama jika dongsaengnya itu sedang mem-poutkan bibirnya.

“Pakai jasku, kita berangkat.” ujar Kris dingin sambil memberikan jas SM High School-nya.

Kris berjalan terlebih dahulu sementara Fumi masih memperhatikan jas Kris yang tadi ia berikan. Dan bodohnya, Fumi baru tersadar ketika Kris sudah berjalan terlalu jauh. Dengan cepat, Fumi berlari ke arah Kris tanpa memperhatikan jalan yang licin. Alhasil, Fumi tergelincir dan…

GREP!

“Dapat…”

Kris mendapatkan tubuh Fumi sebelum akhirnya Fumi terjatuh menimpa Kris. Untungnya, dengan sigap Kris segera menarik Fumi kembali masuk dalam dekapannya.

“Terima kasih, Kris nii-chan…”

Kris menghela nafas panjang lalu sedikit melepaskan tautan tangan pada pinggang Fumi agar dia bisa melihat wajah Fumi. Dan kalian tau? Wajah Fumi kini memerah untuk kedua kalinya.

“Babo…” ujar Kris sambil mengacak rambut Fumi pelan. “berhati-hatilah, nanti kau bisa terjatuh.”

Fumi hanya mengangguk tanda mengerti. Ia menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan semburat merah pada pipinya. Tapi, untuk apa ia sembunyikan lagi wajah merah itu? Sudah terlanjur Kris melihatnya.

“Bisa… Kau sedikit menjauh sedikit dariku? Panas…” ujar Fumi malu-malu.

Kris mengerti apa maksudnya. Ia segera menjauh dari Fumi dan kembali berjalan. Namun dicegah oleh Fumi, yang cepat-cepat menarik tangan Kris.

“Hem, waeyo?” tanya Kris sedikit menoleh.

Dengan cepat, Fumi berjinjit dan melindungi kepala Kris dengan jas milik Kris dan menautkan kedua tangannya pada pinggang Kris. Kris sedikit membingkai senyum tipis dan kembali melanjutkan perjalan yang tadi sempat tertunda. Dengan kondisi, Kris di depan, dan Fumi dibelakangnya.

“Kau tau? Kita seperti barongsai…” gumam Kris pelan.

“Pfffttt…. Hwahahahaha!!!”

**

“K-Kris nii-chan… b-bisakah k-kita berhenti? A-aku, k-kedinginan…” ujar Fumi yang semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Kris.

Kris menyentuh telapak tangan Fumi. Dia sedikit kaget ketika menyentuh tangan Fumi yang sangat dingin. Sebisa mungkin, Kris membuat Fumi agar tetap terjaga.

“Kita berhenti di sini dulu…”

Mereka berdua berhenti pada sebuah mini market di pinggir jalan. Dengan cepat, Kris membawa Fumi duduk pada sebuah kursi panjang.

“Kemarilah…” dan Kris untuk ketiga kalinya membawa Fumi ke dalam pelukannya. Tapi tentu saja itu tidak cukup untuk menghangatkan Fumi.

“Hosh…”

“Dingin sekali ya? Kau mau minum?” tanya Kris yang ditanggapi anggukan lemah dari Fumi.

Dengan ragu, Kris melepaskan pelukannya dan segera masuk ke dalam mini market tersebut untuk membelikan mereka minuman hangat.

Selang beberapa menit kemudian…

KLING!

“Fumi, ini minuman hangatmu.” ujar Kris sembari memberikan segelas teh hangat untuk Fumi.

“Arigatou, nii-chan…” Fumi segera mengambil teh hangat yang diberikan Kris dan meneguknya perlahan.

“Jangan berbicara dalam bahasa jepang, aku tidak mengerti.”

Fumi mengistirahatkan kepalanya pada pundak Kris. Kris yang kaget hanya melirik Fumi yang sepertinya sangat menikmati pundak Kris dan juga teh hangat miliknya. Tapi, entahlah… semuanya terasa nyaman.

“Heh, nii-chan…” gumam Fumi pelan. Seulas senyum membingkai pada bibirnya.

“Mwo?”

“Tidak, aku hanya memanggil. Aku pikir kau tidak bisa mendengarku.”

“Kau pikir, aku tuli?”

Lalu, suara tawa lepas begitu saja dari mulut Fumi. Kris hanya tersenyum dan kembali menyeruput teh hangatnya. Begitupun dengan Fumi, ia kembali menikmati pemandangan sekitar sambil sedikit menyeruput teh hangat. Suasana saat itu begitu hangat.

“Aku bisa merasakan perasaan yang berbeda. Ketika aku di dekatnya, ketika aku bersamanya, ketika tadi aku memeluknya… Aku menyukainya?”

Kris melirik sedikit gadis di sebelahnya. Dia perhatikan setiap gerak-geriknya. Matanya, rambut hitam yang dipotong pendek, hidungnya yang mancung, bibirnya yang pink, jarinya yang sangat manis… seperti boneka.

Fumi yang menyadari kalau ia sedang diperhatikan melirik ke arah Kris dan terjadilah eye contact yang cukup lama. Membuat keduanya salah tingkah. Yang satunya memalingkan wajah dan bertindak seolah tidak terjadi apa-apa, yang satunya kembali menyeruput teh hangat kepunyaannya.

“Apa aku menyukainya…? Benarkah?”

“Wah, nii-chan… Hujannya sudah berhenti!” seru Fumi dengan mata berbinar-binar.

“Yeppeo…”

“Hem, nii-chan? Wae?” tanya Fumi yang membuat Kris tersadar. Ia berpura-pura mengerti dengan memberikan senyum tipis pada Fumi.

“Ya, aku menyukainya. Ah, tidak… aku mencintainya…”

“Em, Fumi… Ada yang ingin aku katakan padamu… Begini a-“

CUP!

Sebuah ciumin kilat mendarat pada pipi Kris. Kris yang tadinya ingin menyatakan perasaannya, tiba-tiba saja bungkam ketika ciuman itu mendarat di pipinya. Dia menoleh dan melihat seulas senyum mengembang pada bibir tipis Fumi. Membuat Kris juga mengulaskan senyuman tipis di bibirnya.

“aku mencintaimu…” lanjut Kris yang sempat terputus.

Fumi hanya tersenyum dan ia kembali menyeruput teh hangat miliknya. Kris mengecup dahi gadis di sebelahnya. Yang selama ini dia anggap adik kelasnya, yang selama ini sering ia jahili bersama Sehun dan Kai… ternyata sekarang menjadi miliknya. Cinta memang datang tiba-tiba, iya kan?

Sementara itu…

“Hwahaha, sudah aku bilang! Tidak salah lagi, kalau Kris hyung mencintai Fumi!” ujar Chanyeol penuh kemenangan.

“Ingat, kalian harus mentraktir kami ya! Pffftttt….” timpal Tao dengan seulas senyum licik mengembang.

Lay, D.O, Sehun, Kai, dan Suho menatap Chanyeol, Tao, Luhan, Baekhyun, Chen, dan Xiumin dengan tatapan penuh kebencian. Sementara Chanyeol cs. sedang berbahagia karena taruhan mereka menang melawan Suho cs.

Taruhan mereka adalah, jika ternyata Kris dan Fumi saling mencintai, Suho cs. harus mentraktir Chanyeol cs.

Namun, jika ternyata mereka tidak saling mencintai, kebalikannya. Chanyeol cs. harus mentraktir Suho cs.

“Yeah, makan makan!! Yeah, yeah, yeah… makan enak, makan enak!! High 5!!” XiuChenHan ber-high five ria atas kemenangannya itu.

“Baiklah, baiklah… huft, mana uang kalian?” Suho menagih masing-masih pengikutnya untuk membayar uang traktiran.

“Yes, makan enak, makan enaaak~!!” BaekTao yang seperti bocah jalan terlebih dahulu disusul XiuChenHan yang masih ber-high five ria.

Tapi yah, setidaknya… semuanya bahagia. Chanyeol cs. mendapatkan hasil dari taruhan mereka… Kris dan Fumi sedang menikmati teh hangat mereka… Dan, kita lihat Suho cs. nanti.

“Author, kenapa kau membuat kami tekoooor!!!” teriak Suho cs. frustasi.

Oh okay, maybe next time. Haha!

-The End-

EXO Fact (part 2)

EXO fact part 2 (do not re-post, just re-blog)

1. Before debut, the members practiced MAMA for 3-4 months.

2. Chanyeol was not always so tall. Before the 3rd year of middle school, Chanyeol was rather small.

3. Kai likes the manga “BeyBlade” and the character Kai Hiwatari.

4. Kai was happy to receive his stage name because it was the same name

5. In EXO MAMA MV’s, Luhan from EXO-M loads the gun, and Baekhyun from EXO-K shoot the gun 

6. Lu Han has no leg hair.

7. D.O : “Kai is my dongsaeng, but he is sexier and hotter than me.”

8. Xiumin’s mother asked him to stay away from tall members so that he doesn’t look short.

9. Suho is the member that changed the most since debut.

10. Luhan is a fan of Donald Duck. He had an emotional breakdown when he saw him on DisneyLand.

 

credit:  asianfanfic.com

(do not re-post)

 

EXO fact (part 1)

Well, i will posting something new. I will post EXO fact in maybe two part. Please, re-blog. Don’t re-post. Understand?

 

1. Luhan and Xiumin will play soccer in the dorms.

2. Sehun cannot stand Chanyeol’s lack of behaviour (Childish behaviour etc)

3. Suho really listens to D.O

4. Luhan learns Wushu with Tao, and twisted his waist.

5. The ramen that Baekhyun cooked made Chanyeol laugh for a very long time. (How unpleasant was the taste ?)

6. Sehun’s chest muscles are bigger than Kai’s.

7. Tao knows of Kristao/Taoris when he had to pick up a handkerchief. (Not so sure about this one)

8. The members of M’s life or death are all in their own hands.

9. Luhan and Sehun’s gaming abilities are very good.

10. Chanyeol’s ass has stopped Baekhyun, Kris, D.O, Suho, Kai and other people in their footsteps.

11. The members love to go to milk tea shops. (Bubble milk tea)

12. D.O will always lose when playing Scissors, Paper, Rock.

13. Sehun likes to play pranks on the other members.

14. In private, Chen and Xiumin like to kid around a lot.

15. Kris really knows how to comfort others.

16. Chanyeol likes to look at the mirror

17. K can joke around more then M but M likes to joke around more then K.

18.  Only Chen will say that Tao’s eye’s are natural and not eyebags.

19. Suho cannot cook, apart from making Ramen.

20. In private, Kai gets shy very easily.

21. Other members are used to Tao saying “Duizhang is very handsome”.

22. The 3 words in Chinese which Baekhyun knows the best are Bo Xian (his chinese name), beef and handsome.

23. When Tao speaks Korean, Xiumin can understand what he’s trying to say straight away.

24. Luhan will play pranks on the manager.

25. Everyday, Kai needs to have supper so he can sleep.

26. Chanyeol is talented in playing games and also talented in the reality of Confucious.

27. Kai wakes up very early, he’s not someone who sleeps very easily.

28. Only Chen will say that Tao’s eye’s are natural and not eyebags.

29. Kai is very scared of the heat, so in D.O and Kai’s room, the cold air temperature is very low.

30.  All 12 members like to eat snacks so when cleaning up their rubbish they are very durable.

 

credit : predebut-exo

trans: predebut-exo